Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 September 2015

Berani Investasi Untuk Kerajaan Sorga


Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada" Matius 6:19-24
Apabila kita berbicara mengenai ekonomi dunia, maka tidak akan luput dari hal-hal yang berkaitan dengan mamon, dan mamon itu memang perlu tetapi itu bukan hal yang utama bagi umat Tuhan, sebab yang utama adalah mengabdi kepada Allah yang merupakan satu-satunya tumpuhan dalam kehidupan kita. Lalu bagaimana kita hidup dalam dunia ini tetap diberkati oleh Tuhan yaitu dalam hal ekonomi (mamon), tetapi kita tetap mengabdi kepada Tuhan ? Kita harus masuk dalam siklus tabur-tuai yang berorientasi pada kekekalan.

Saya pinjam kesaksian Pdt. Abraham Alex T. Ketika tahun 1965, mulai bertobat, dan saat itu  masih berdomisili di kota Mojokerto. Sejak awal pertobatan, mulai menanam dari hasil usahanya yaitu jual beli mobil. Dan modal yang digunakan untuk usaha tersebut merupakan pemberian orang tuanya (gambaran iman yaitu sesuatu yang tidak ada menjadi ada). Singkat cerita; apa yang telah ia tanam telah tumbuh 14 cabang gereja. Kemudian, suatu saat harus meninggalkan kota Mojokerto untuk pindah ke Surabaya, dan 14 cabang yang sudah bertumbuh itu beliau serahkan kepada hamba-hamba Tuhan yang ada di pedesaan.
Setelah di Surabaya, beliau menuai Bethany Manyar, kemudian beliau menabur lagi, sampai berdiri kurang lebih delapan ratus cabang di seluruh Indonesia, kemudian beliau menuai Bethany Nginden. Tetapi beliau tidak berhenti disitu saja, karena beliau harus tetap menabur yaitu untuk terlaksananya Menara Doa Jakarta. Saudara, dari kesaksian ini kita dapat melihat bagaimana urutan hukum ekonomi kerajaan Allah, dan hukum menabur ini tidak ada batasan umur (sampai akhir hidup kita), sebab esensi daripada menabur ini adalah kita sedang investasi dalam kerajaan sorga.

Memang dalam hal menabur itu tidak gampang, sebab kadang-kadang kita harus sedikit menderita dan mencucurkan air mata. Namun perlu kita ingat bahwa penderitaan yang kita alami tidak akan sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan nanti, karena firman Tuhan juga berkata : Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya (Mazmur 126:5-6). Bahkan akibat dari menabur ini telah digambarkan seperti orang yang sedang bermimpi, dimana mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai, seperti yang tertulis dalam Mazmur 126:1-3 . .  Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa : TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini! TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.

Ada beberapa hal yang harus kita mengerti dalam hal menabur :
1.    Benih Yang Ditanam Harus Mati.
Dalam pengertian bahwa segala sesuatu yang sudah kita tabur baik untuk orang yang membutuhkan pertolongan maupun untuk pekerjaan Tuhan tidak kita ingat-ingat lagi (diungkit-ungkit), sebab kalau tidak demikian maka apa yang kita tabur akan sia-sia, seperti yang terulis dalam Yohanes 12:24 . . . Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Atau seperti yang tertulis dalam I Korintus 15:36.
2. Tetap Melakukannya Dengan Sungguh-sungguh.
Kata sungguh-sungguh disini mengandung unsur ketekunan, dimana tidak ada sesuatu hal yang dapat menghalangi kita untuk berhenti menabur, karena hal ini merupakan siklus daripada kehidupan, seperti yang tertulis dalam II Timotius 2:6-7 : Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.
3. Jenis Benih Yang Kita Tabur
Segala sesuatu yang kita tabur harus berdampak pada sesuatu yang kekal karena apa yang ditabur, itulah yang akan dituai, seperti yang tertulis dalam Galatia 6:7-8 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
4. Ukuran panen
Besar atau kecilnya hasil yang kita terima tergantung seberapa besar benih yang kita tanam serta kerelaan hati saat menabur, sebab firman Tuhan berkata : . . . Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan (II Korintus 9:6-8).
5. Menabur Di Tanah Yang Baik
Saat kita menabur, kita tidak boleh sembarangan menabur, tetapi biarlah kita menabur pada tanah yang subur (Matius 13:8).
6. Sabar Menanti Musim Menuai
Saudara kita harus sabar, sebab saat kita menanam benih, maka kita harus menyirami, kemudian diberi pupuk sampai tumbuh sebuah tunas, tetapi ketika tumbuh tunas, maka kita tidak boleh menarik-narik supaya cepat tinggi dan berbuah, karena segala sesuatu ada waktunya. Demikianlah firman Tuhan berkata : . . . seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. (Markus 4:26-29)
7. Menjaga Kekristenan
Ulangan 28:1 "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan `mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
Saudara, jika seseorang menabur di tempat yang baik, maka apa yang ditabur akan tumbuh semakin hari semakin bagus, tetapi apabila suatu saat orang tersebut tidak menjaga tanaman yang sudah bertumbuh itu, maka apa yang mereka tanam menjadi busuk/rusak yang disebabkan oleh kesalahannya sendiri. Misalnya : pada awalnya seseorang menabur dengan tekun, sehingga diberkati Tuhan secara luar biasa, lalu ia mulai coba-coba tidak menjaga tanamannya (Kekristenan) dengan cara berselingkuh atau tindakan lain yang bertentangan dengan kehendak Tuhan maka tanaman itu akan rusak (busuk).
8. Menerima Hasil Tuaian
Pasti akan menuai secara luar biasa oleh karena turut campur tangan Tuhan (Kejadian 26:12)
9. Berdoa senantiasa
Kita senantiasa bergantung kepada Tuhan karena yang memberi pertumbuhan atas segala yang kita tanam adalah Tuhan (I Korintus 3:6-7).
AMIN

Rabu, 08 Januari 2014

Dampak Mendapat Hikmat Dari Allah

Amsal 9:10 Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian
Orang yang takut akan Tuhan akan mendapatkan hikmat. Tetapi kebanyakan orang berpendapat bahwa orang yang telah menyelesaikan sekolahnya pada jenjang yang paling tinggi, maka orang tersebut dianggap sebagai orang yang berhikmat. Padahal sebenarnya orang yang sudah lulus sekolah belum tentu mempunyai hikmat, tetapi memiliki pengetahuan dan hal ini sudah pasti.
Tetapi hikmat itu sendiri dapat diperoleh apabila kita takut akan Tuhan dan melakukan segala perintahNya. Kalau diteliti, bahwa manusia mempunyai otak yang diciptakan oleh Tuhan yaitu otak kiri dan otak kanan. Otak kiri merupakan rasio, contohnya 2 ditambah 5 sama dengan tujuh. Sedangkan otak kanan merupakan hikmat misalnya 2 ditambah 5 sama dengan 5 ribu orang kenyang. Saudara, seandainya otak kiri diisi dengan ilmu kedokteran maka orang berpendapat bahwa orang yang sudah mati empat hari tidak bisa bangkit.
Pendapat tersebut dinyatakan benar karena sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka terima, tetapi otak kanan berpendapat berbeda. Orang yang sudah sudah mati empat hari bisa bangkit. Otak kanan berpendapat demikian atas dasar percaya kepada Tuhan Yesus. Contoh lain, yaitu orang yang buta sejak kecil apabila menurut otak kanan bisa melihat tetapi menurut otak kiri bahwa orang yang buta sejak kecil adalah takdir. Amsal 3:13-16 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas, . . . . . Hikmat yang telah tertera diatas adalah wahyu dari Tuhan.
Orang dunia tidak pernah memikirkan wahyu, tetapi hanya skill saja. Tetapi orang yang percaya kepada Yesus maka di hidupnya ada Roh Kudus, sehingga di dalam dirinya muncul hikmat. Akibat orang yang mendapatkan hikmat akan mengalami kesuksesan yang luar biasa. Kerapkali orang merindukan hikmat Tuhan tetapi mereka tidak mendapatkan karena mereka memadamkan Roh Kudus yang ada di dalam dirinya, padahal Roh Kuduslah yang memberikan hikmat atas kita. Manusia cenderung menggunakan kepandaiannya saja daripada mengandalkan kuasa Tuhan.
Hal ini bukan berarti kita tidak boleh menggunakan akal budi kita tetapi hal yang utama kita mengandalkan hikmat dari Tuhan yang ditunjang oleh skill atau kepandaian kita. Daud termasuk orang yang IQ-nya kurang sehingga ia harus dijadikan gembala domba (Mazmur 73:22). Namun kakak-kakak Daud perawakannya tinggi besar dan IQ-nya cukup tinggi. Meskipun Daud IQ-nya rendah tetapi di dalam diri Daud ada Roh Allah yang dahsyat sehingga menjadikan diri Daud sebagai pribadi yang luar biasa. Bukti dari kekuatan Roh Allah yang ada dalam diri Daud yaitu Daud sanggup mengalahkan singa, beruang dan binatang buas lainnya. Kita tidak bisa mengukur kemampuan seseorang hanya secara lahiriah saja karena kita akan tertipu oleh penampilan seseorang.
Karena, kadang-kadang orang yang kelihatannya sederhana tetapi di dalamnya ada Roh Allah maka orang tersebut termasuk orang yang luar biasa. Kepandaian memang harus dipakai, tetapi yang terutama adalah wahyu dari Tuhan supaya setiap langkah yang kita kerjakan dalam kekuasaan Tuhan. Apabila kita hanya mengandalkan kepandaian saja, maka yang terjadi dalam diri kita adalah kegagalan bahkan kutuk akan menimpa kita, seperti yang tertulis dalam Yeremia 17:5 . . . . . terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan . . . . Untuk itu janganlah kita mendukakan atau memadamkan Roh Kudus, karena Roh Kuduslah yang mengerti isi hati Allah. Dan apabila Roh Kudus ada dalam diri kita maka kita tahu apa yang menjadi keinginan Allah atas hidup kita (I Korintus 2:10). Saat kita hidup dipenuhi oleh Roh Kudus maka wahyu dari Tuhan akan turun atas kita untuk memimpin setiap langkah-langkah kita guna melakukan pekerjaan yang luar biasa.
Tetapi apabila kita sudah mendukakan atau memadamkan Roh Kudus maka langkah-langkah yang kita ambil bukan tuntunan dari Tuhan tetapi kemampuan kita sendiri yang mengakibatkan banyak kesalahan dalam mengambil keputusan. Salah satu contoh yaitu Ahitofel, ia adalah seorang nabi yang diurapi. Pada waktu Daud hendak mengambil keputusan ia mendapatkan nasehat dari Ahitofel, sehingga langkah-langkah yang diambil oleh Daud berada dalam pimpinan Tuhan dan apa yang dilakukannya selalu berhasil.
Tetapi suatu saat, Daud melakukan kesalahan yaitu mengambil istri Uria dengan jalan membunuh Uria melalui pertempuran. Waktu itu Uria ditugaskan untuk maju ke medan pertempuran dengan posisi terdepan sehingga Uria mati terbunuh dengan maksud apabila Uria mati maka Daud bisa mengambil istrinya yaitu Batsyeba. Dengan kejadian itu Ahitofel timbul kebencian terhadap Daud karena Batsyeba adalah cucu daripada Ahitofel. Karena kebencianlah Ahitofel melakukan tindakan yang salah, akhirnya bukan Roh Tuhan yang memimpin dia tetapi rasa kecewalah yang menuntun jalan Ahitofel, padahal dia adalah orang yang diurapi secara luar biasa pada awalnya. Demikianlah kita, apabila ada rasa benci, kecewa, kepahitan maka hal itu akan menghambat kita untuk mendapatkan wahyu dari Tuhan. Padahal modal manusia roh adalah : Wahyu Tuhan, mendapat nubuatan, dipimpin Roh Kudus, berjalan dalam iman, berdoa dalam roh. Amin

KESEMPATAN

Setiap orang tentunya memiliki suatu kesempatan dalam kelangsungan hidupnya untuk mencapai sesuatu, termasuk kita sebagai orang percaya diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk melayani, diberkati serta diberikan kuasa untuk menikmati segala berkat yang Tuhan berikan kepada kita. Kitab Pengkhotbah menjelaskan bahwa ada perbedaan antara orang dunia dengan anak-anak Tuhan yang telah lahir baru.
Dan saat ini kita akan melihat beberapa perbedaan antara orang dunia dengan anak Tuhan terutama dalam hal kesempatan.

Kesempatan Bagi Orang dunia
1. Kesempatan yang ada pada orang dunia adalah suatu kehidupan yang sia-sia, karena kenangan dari masa lampau mereka tidak ada, demikian juga kenangan dari masa depan mereka juga tidak ada. (Pengkhotbah 1:11). Dalam hal ini menunjukkan bahwa betapa malangnya kehidupan mereka, karena tidak ada sesuatu yang dapat dibanggakan.

2. Kesempatan yang mereka dapatkan hanyalah menjalani suatu nasib yang tidak ada bedanya dengan binatang. Artinya bahwa manusia dan binatang harus menghadapi kematian yang tidak berlanjut pada kebahagiaan yang kekal. Karena tubuh orang dunia yang tidak memiliki Roh Kristus, saat dia mati maka jasadnya akan kembali menjadi debu, seperti halnya seekor binatang. (Pengkhotbah 3:19-20).

3. Mereka tidak ada kesempatan mendapatkan kuasa untuk dapat menikmati kekayaan dan kemuliaan yang diperolehnya. Mereka bersusah payah mencari kekayaan tetapi pada akhirnya dihabiskan oleh anak-anaknya, bahkan tidak sedikit diantara mereka terjadi perebutan warisan, bahkan mereka tega membunuh saudaranya sendiri. Hal ini juga merupakan kesia-siaan. (Pengkhotbah 6:1-3).
Dari beberapa penjelasan di atas menegaskan bahwa kesempatan yang ada pada orang dunia adalah hidup yang sia-sia dan tidak ada pengharapan.

Saudara, sekarang kita lihat lewat kebenaran Firman Tuhan tentang kesempatan apa yang diberikan Tuhan kepada orang percaya, yaitu orang-orang yang sudah menjadi milik Kristus.

KESEMPATAN BAGI ANAK-ANAK TUHAN


Dalam Pengkhotbah Pasal 3:10-11, telah terkandung suatu janji, dimana kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita adalah indah dan kekal. Dan segala sesuatu yang dikerjakan Allah itu indah pada waktunya, tetapi semuanya itu tidak lepas dari kesetiaan kita dalam mengiring dan melakukan kehendakNya. Jadi saudara-saudara, apapun kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita biarlah kita gunakan semaksimal mungkin, karena kesempatan yang sama tidak dapat terulang kembali; baik dalam hal pekerjaan bisnis maupun pelayanan.
Mungkin saat ini kita belum mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan pengharapan kita, tetapi percayalah bahwa Tuhan mengerjakan indah pada waktunya, sebab kasihNya sudah dicurahkan melalui kuasa Roh KudusNya. Oleh sebab itu pergunakan kesempatan yang ada sebab pengharapan kita tidak mengecewakan (Roma 5:5). Dari ayat yang sama kita juga diingatkan oleh Firman Tuhan bahwa kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita sebagai anak-anakNya adalah bersifat kekal, artinya pelayanan kita bersifat jangka panjang, bisa langgeng. Demikian juga bisnis dan pekerjaan kita masing-masing, bahkan bagi saudara yag sudah menikah, hidup perkawinan saudara akan diberkati Tuhan senantiasa.

Bahkan yang terlebih indah dari semua itu adalah bahwa kita semua orang-orang yang sudah percaya kepada Kristus akan hidup kekal selama-lamanya bersama Dia di surga. Puji Tuhan, ini menunjukkan bahwa kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita, bahwa anak-anak Tuhan adalah sukses di dunia dan di surga.
Kalau kita lihat kehidupan Tuhan Yesus sendiri, hidup normalnya sebagai manusia memang cukup lama yaitu tiga puluh tahun, tetapi kesempatan untuk berkarya atau melayani yang diberikan oleh Bapa-Nya hanya tiga setengah tahun saja, tetapi Yesus telah mencapai jauh lebih banyak serta memberikan pengaruh lebih besar dari manusia mana pun yang pernah hidup di muka bumi ini. Oleh sebab itu, mungkin diantara kita ada yang baru menerima Tuhan, janganlah kita merasa tua atau tidak berguna, selama kesempatan itu sudah diberikan Tuhan, berapa pun lamanya waktu yang Tuhan berikan , percayalah bahwa Dia akan jadikan hidup dan karya kita menjadi indah serta kekal. Ini artinya Tuhan akan berikan kesuksesan bagi kita sebagai anak-anak Tuhan yang dikasihi-Nya.

Dalam Pengkhotbah Pasal 3 ayat 11, Firman Tuhan berkata bahwa segala sesuatu indah pada waktunya, namun sayangnya manusia tidak bisa menyelami pekerjaan yang dilakukan oleh Allah. Karena keterbatasan kita dalam menyelami pekerjaan Tuhan dalam hidup kita, maka hal ini menyadarkan kita untuk tetap percaya kepada-Nya, bahwa FirmanNya tidak berubah. Jadi sekali Tuhan katakan bahwa kesempatan kita indah dan kekal, kita harus mengucap syukur bahwa Dia buat perbedaan antara kita yang adalah milik-Nya dengan orang-orang dunia yang bukan milik-Nya.Walau kelihatannya di depan kita ada sesuatu yang gelap, kita tahu dan percaya bahwa terang Firman-Nya akan terus menerangi serta menguatkan hati kita sampai kita mendapati janji Tuhan ini digenapi dalam hidup kita.
Oleh sebab itu kita yang sudah lahir baru, dipenuhi oleh Roh-Nya, walau kita mati sekalipun secara tubuh, masih ada kesempatan untuk dibangkitkan dengan tubuh kebangkitan. Jadi kita lihat disini bahwa bagi kita anak-anak Allah, ada kesempatan di masa sekarang juga ada kesempatan bagi kita di masa mendatang.

Lewat kebenaran Firman Tuhan dalam Yesaya 38:1-8,……. telah diceritakan tentang Raja Hizkia yang sakit, kita bisa simpulkan bahwa Hizkia sesungguhnya tidak lagi punya kesempatan untuk sembuh dan sekaligus tidak punya kesempatan untuk hidup. Tetapi karena tangisan serta permohonan Hizkia, kesempatan untuk hidupnya diperpanjang oleh Tuhan selama 15 tahun. Dan lewat kebenaran firman Tuhan ini membuktikan bahwa kasih karuniaNya sangat berlimpah, dan percayalah bahwa tidak ada yang mustahil bagiNya dan juga tidak ada yang mustahil bagi mereka yang percaya kepadaNya, karena apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Tuhan.

Saudara setiap kita telah diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk hidup dan berkarya, tetapi apakah kita tahu sampai kapan kesempatan itu diberikan kepada kita? Yang terpenting bukanlah berapa lama kesempatan yang akan kita jalani, namun seberapa besar respon kita terhadap kesempatan yang ada. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah : “apakah yang harus kita lakukan agar hidup kita tetap indah dan kekal, dalam arti sehari-harinya sukses ? sebagai jawabannya, mari kita membaca Pengkhotbah 9:10-12. Disini firman Tuhan memberikan petunjuk yaitu supaya kita mengerjakan segala sesuatu dengan sekuat tenaga, artinya segala kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk hidup, berkarya dan melayani Dia, seharusnya kita respon dengan segala tanggung jawab serta kita kerjakan dengan sebaik-baiknya untuk kemuliaan Tuhan. Amin